Hitampun Memutih

 


sajak buat Bapak

Tatkala harus Kau lalui lembar-lembar hitam
tiada pernah terlintas olehmu untuk menggantikannya
dengan yang putih

Terasa apa yang Kau jalani
akan semakin hitam
dan mengelam

Ketika Kau dapati dirinya yang terluka
fitrahmu tergugah untuk mengobatinya
menjadikannya lebih berarti
walau harus Kau hadapi banyak duri yang menanti

Meski tiada lama Kau menemani
Kau ikhlaskan kepergiannya
menuju alam bahagia
yang sejati

Tegarmu sebagai laki-laki
membuatmu tiada pernah berpaling
biar hasrat terus menyusup
Kau tepis penuh adab

Hingga Kau menyusulnya
menuju alam kebahagiaan
setelah Kau torehkan tinta emas kebajikan
dalam sisa lembar hidupmu yang putih.


"Allahumaghfirlahu..."


Jakarta, 21 September 1995-2023

Tidak ada komentar: